Jan 30, 2014

IMPLEMENTASI SISTEM PERTANIAN TERPADU: LIMBAH SEKAM PADI DAN MANFAATNYA

Sistem pertanian terpadu (IFS) merupakan sebuah model pertanian yang mengintegrasikan 3 sub sistem pertanian dalam arti luas, yaitu: Peternakan, Pertanian (Padi, Palawija, dan Holtikultura) dan perikanan yang pelaksanaannya disesuaikan kondisi setempat. Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Antanan yang berlokasi di Jalan Raya Sukabumi Talang 2 Kampung Tarikolot Desa Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor sudah mengimplementasikan serta memberi pelatihan mengenai Sistem pertanian terpadu ini kepada khalayak yang membutuhkan.


Salah satu implementasi yang diterapkan dalan Sistem Pertanian Terpadu di P4S Antanan ini adalah dengan memanfaatkan limbah sekam (bagian dari bulir padi-padian, berupa lembaran yang kering, bersisik dan tidak bisa dimakan yang melindungi baian dalam padi) menjadi produk arang sekam yang dapat dimanfaatkan kembali dalam proses produksi pertanian. Dengan memanfaatkan limbah sekam ini, kegiatan pertanian menjadi lebih ramah lingkungan, serta dapat menekan biaya produksi.



Kenapa arang sekam bermanfaat dan ramah lingkungan? Berikut adalah penejalasannya. Di dalam tanah, arang sekam bekerja dengan cara memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Arang sekam bisa meningkatkan porositas tanah sehingga tanah menjadi gembur sekaligus juga meningkatkan kemampuan tanah menyerap air.


Secara biologis, tanah yang gembur merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya organisme hidup. Baik yang berupa mikroorganisme seperti bakteri akar maupun makroorganisme seperti cacing tanah. Kelebihan lainnya, arang sekam tidak membawa mikroorganisme pathogen atau mikroorganisme yang menyebabkan penyakit , karena pembuatan arang sekam ini melalui proses pembakaran yang relatif steril.

Secara kimia, arang sekam memiliki kandungan unsur hara penting seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Keasamannya netral sampai alkalis dengan kisaran pH 6,5 sampai 7. Zat-zat tersebut sangat dibutuhkan untuk tanaman. Selain itu, arang dari sekam padi tidak mengandung garam-garam yang merugikan tanaman. Arang sekam kaya akan kandungan karbon, dimana unsur karbon sangat diperlukan dalam membuat kompos. Dari beberapa penelitian diketahui juga kemampuan arang sekam sebagai absorban yang bisa menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam pembuatan kompos. Sehingga kompos yang dihasilkan bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya.


P4S Antanan memanfaatkan sekam padi dari pertanian terpadu yang diterapkannya sehingga menghasilkan prosuk yang bermanfaat, ramah lingkungan dan mendukung dalam Pertanian Tanpa Limbah (Zero Waste). Oleh karena itu akan lebih baik jika para petani bisa memanfaatkan arang sekam sebagai media tanam ataupun bahan campuran dalam pemupukan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah yang kaya akan unsur hara yang diperlukan oleh tumbuhan.



                                                                                     

4 comments:

  1. Replies
    1. Bisa... selama ada kemauan dan usaha :)

      Delete
  2. sistem pertanian yang sangat ramah lingkungan, dengan emisi karbon yang sangat minimal.... bagus banet nih, bisa dicoba di halama rumah juga kali ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa... idealnya minimal punya lahan 1 Ha.. :)

      Delete