Skip to main content

OPTIMALISASI PEMANFAATAN PEKARANGAN MELALUI KONSEP KRPL

Optimalisasi pemanfaatan pekarangan dilakukan melalui upaya pemberdayaan wanita untuk mengoptimalkan manfaat pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Upaya ini dilakukan  dengan membudidayakan berbagai jenis tanaman sesuai kebutuhan pangan keluarga, seperti aneka umbi, sayuran, buah serta budidaya ternak dan ikan sebagai tambahan untuk ketersediaan pangan sumber karbohidrat, vitamin, mineral dan protein bagi keluarga pada suatu lokasi kawasan perumahan/warga yang saling berdekatan. Dengan demikian akan terbentuk suatu kawasan yang kaya akan sumber pangan yang diproduksi sendiri dari hasil optimalisasi pekarangan.
Pendekatan pengembangan ini dilakukan dengan mengembangkan pertanian berkelanjutan (suistainable agriculture), antara lain dengan membangun kebun bibit dan mengutamakan sumber daya lokal disertai dengan pemanfaatan pengetahuan lokal (local wisdom) sehingga kelestarian pun tetap terjaga. Implementasi ini disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep KRPL ini diarahkan juga untuk pemberdayaan kemampuan wanita membudayakan pola konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), termasuk kegiatan pengolahan rumah tangga untuk menyediakan pangan yang lebih beragam.
Untuk membentuk suatu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang berkelanjutan, di setiap desa harus dibangun Kebun Bibit Desa untuk memenuhi kebutuhan bibit tanaman, ternak, dan/atau akan bagi anggota kelompok/ masyarakat. Dalam pengembangan Kawasan rumah Pangan Lestari ini sebaiknya mengutamakan menanam tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat setempat maupun jenis tanaman baru yang memiliki nilai gizi tinggi.

Mengingat perekonomian negara kita yang tidak stabil, banyaknya angka pengangguran dan daya beli masyarakat yang rendah, maka Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan konsep KRPL  ini dapat menjadi salah satu alternatif solusi beberapa permasalahan tersebut. Karena fungsinya adalah pemberdayaan, dan sasarannya adalah perempuan, sebagai ibu rumah tangga diharapkan bisa membantu perekonomian rumah tangganya. Dengan memproduksi sumber pangan sendiri, diharapkan dapat mengurangi biaya belanja kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga untuk bahan pangan yang diproduksi di pekarangan terjamin keamanan pangannnya, karena tidak menggunakan bahan berbahaya seperti pestisida. Suatu Kawasan Rumah Pangan Lestari juga akan membentuk suatu Kawasan yang Hijau, yang indah dan nyaman ditempati masyarakat sekitar.

Disini dapat disimpulkan bahwa Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah suatu kawasan dimana setiap rumah menghasilkan sumber pangan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga / masyarakat.


Daftar Pustaka :
- Buku Panduan Teknis P2KP Tahun 2014, Kementan


Comments

  1. Saya dan istri suka tanaman baik bunga ataupun sayuran, walaupun hidup di kota dan hanya mempunyai tanah sisa untuk halaman yang sempit tetep diusahakan ada tanaman cabe, terong dan bunga

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Alami Menyembuhkan Diare Pada Kucing

Teman-teman pecinta kucing pernah mengalami kucingnya sakit diare kah? Kucing saya pernah nih. Saya punya dua ekor kucing. Yang besar kucing lokal Indonesia, alias kucing kampung dan yang kecil kucing persia.  Yang besar bernama Phiu, adik angkatnya yang kecil bernama Pow .Nih fotonya nampang dibawah... ^_^.

Dulu pertama kali memelihara Phiu, dia sempat terkana diare. Tiga hari berturut-turut intensitas buang airnya sering dan kotorannya berupa cairan, tidak padat seperti kucing  sehat. Kemudian saya membeli obat ke petshop dan dokter hewan disana memberi obat racikan berupa kapsul. Dokter memberi obat buat jatah 3 hari, namun ternyata baru satu kali minum obat, si Phiu sudah sembuh. Phiu kucingnya memang tidak terlalu merepotkan, ketika diberi kapsul obat mencret langsung ditelan. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah kena diare lagi. Sehat terus ya Phiu .... :*

Cara Alami Menyembuhkan Demam Pada Kucing dengan Madu

Jika kucing yang kita pelihara sakit, lebih baik kita membawanya ke dokter hewan. Karena Dokter Hewan adalah orang yang paling kompeten dan tahu bagaimana cara terbaik untuk menyembuhkan kucing yang sakit. Jika kita memiliki dana yang cukup untuk mengobati kucing, sebaiknya segera diperiksakan saja ke dokter hewan.
Namun jika dana kita terbatas (khususnya saya), saya akan mencoba alternatif lain terlebih dahulu yang memerlukan biaya lebih murah untuk mngobati kucing kesayangan saya. Karena disesuaikan juga dengan kondisi ekonomi saya saat ini.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi dengan teman-teman pecinta kucing ketika kucing saya mengalami sakit. Saya hanya menuliskan berdasarkan pengalaman saja. Saya pernah membawa kucing saya ke Dokter Hewan dan satu kali pemeriksaan ditambah pembelian obat-obatan saat itu menghabiskan uang diatas 200 ribu. Jika hanya setahun sekali atau dua kali, saya masih bisa lah menyisihkan uang untuk biaya perawatan kucing  jika terkena penyakit. Namun jika …

Bangga di Banggai – Mengintip Pesona Luwuk Banggai

Menulis adalah salah satu upaya saya dalam mewujudkan mimpi. Salah satu yang menjadi mimpi saya  adalah bisa menjelajah seluruh pulau yang ada di Indonesia. Yah, minimal seluruh pulau besarnya saja.  Kenapa? Karena Indonesia itu Indah. Kalau ditanya, sudah berapa pulau di Indonesia yang pernah saya kunjungi? Masih bisa dihitung dengan jari sih. Pulau yang pernah saya kunjungi diantaranya Sumatera (Palembang), Bangka, Bali dan Sulawesi (Makassar). Kalau pulau  Jawa  tidak termasuk yah, hehe, karena saya lahir dan besar di Pulau Jawa (Jawa Barat). 
Dulu saya mempunyai cita-cita ingin bekerja  di Kementrian, khususnya kementrian Pertanian. Karena saya beranggapan, jika bekerja di level kementrian, tentunya akan sering melakukan perjalanan dinas, bukan hanya dalam Indonesia, tapi bisa jadi luar Indonesia juga. Terbayang dong  pasti seru bisa bekerja sambil jalan-jalan.#MimpiKaliYeee
Tapi saat ini takdir berkata lain, saya hanya bisa bekerja di daerah selevel Kecamatan. Meskipun demikian sa…