Skip to main content

Selai Wornas


BAHAN
  • Buah nanas yang sudah dikupas: 500 gram
  •  Sari wortel: 250 ml
  • Gula pasir: 250 – 300 gram
  • Glukosa padat: 1 sdm
  • Asam sitrat: Secukupnya (bila perlu)
  • Air: Secukupnya untuk merebus wortel



Selai Wornas ( Wortel Nanas)


ALAT
  • Gelas ukur
  •  Blender
  •  Wajan stainless steel
  •  Timbangan
  •  Pengaduk kayu
  •  Kemasan
  •  Pisau
  •  Talenan
  •  Baskom
  •  Kompor

CARA MEMBUAT

 Daging nanas dipotong kecil-kecil untuk memudahkan di dalam blender

 Cuci wortel hingga bersih, kupas kulitnya, bilas dengan air matang yang dingin
Potong wortel dengan ketebalan 4 – 5 mm
Wortel dipotong dengan ketebalan 4-5 mm

 Blansing wortel dengan cara direbus dengan air mendidih selama 5 menit

 Hancurkan wortel menggunakan blender dengan penambahan air 400 – 500 ml air matang dingin

 Saring wortel yang sudah diblender menggunakan kain saring yang bersih. Simpan sari wortel pada wadah yang betul-betul steril.

Saring sampai ampas tidak meneteskan air lagi

 Haluskan daging nanas menggunakan blender, kemudian tambahkan sari wortel sebanyak 250 ml, sampai menjadi bubur wornas yang halus

 Masukan bubur wornas kedalam wajan stainless steel, panaskan dengan api kecil, tambahkan gula pasir secara bertahap, aduk hingga kental


 Tambahkan glukosa dan sisa gula pasir yang masih ada, terus diaduk ( bila perlu tambahkan asam sitrat.

 Angkat selai setelah diperolejh kekentalan yang tepat ( tidak terlalu encer dan tidak terlalu kental, sehingga mudah untuk dioleskan

 Kemas dalam kemasan yang steril (botor jar atau cup plastik)

Selai didinginkan dulu sebelum ditutp dan disegel
Sumber Pustaka:
Bahan Ajar Materi Pelatihan Diklat Pengolahan Pasca Panen Sayur dan Buah BBPP Lembang

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Alami Menyembuhkan Diare Pada Kucing

Teman-teman pecinta kucing pernah mengalami kucingnya sakit diare kah? Kucing saya pernah nih. Saya punya dua ekor kucing. Yang besar kucing lokal Indonesia, alias kucing kampung dan yang kecil kucing persia.  Yang besar bernama Phiu, adik angkatnya yang kecil bernama Pow .Nih fotonya nampang dibawah... ^_^.

Dulu pertama kali memelihara Phiu, dia sempat terkana diare. Tiga hari berturut-turut intensitas buang airnya sering dan kotorannya berupa cairan, tidak padat seperti kucing  sehat. Kemudian saya membeli obat ke petshop dan dokter hewan disana memberi obat racikan berupa kapsul. Dokter memberi obat buat jatah 3 hari, namun ternyata baru satu kali minum obat, si Phiu sudah sembuh. Phiu kucingnya memang tidak terlalu merepotkan, ketika diberi kapsul obat mencret langsung ditelan. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah kena diare lagi. Sehat terus ya Phiu .... :*

Cara Alami Menyembuhkan Demam Pada Kucing dengan Madu

Jika kucing yang kita pelihara sakit, lebih baik kita membawanya ke dokter hewan. Karena Dokter Hewan adalah orang yang paling kompeten dan tahu bagaimana cara terbaik untuk menyembuhkan kucing yang sakit. Jika kita memiliki dana yang cukup untuk mengobati kucing, sebaiknya segera diperiksakan saja ke dokter hewan.
Namun jika dana kita terbatas (khususnya saya), saya akan mencoba alternatif lain terlebih dahulu yang memerlukan biaya lebih murah untuk mngobati kucing kesayangan saya. Karena disesuaikan juga dengan kondisi ekonomi saya saat ini.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi dengan teman-teman pecinta kucing ketika kucing saya mengalami sakit. Saya hanya menuliskan berdasarkan pengalaman saja. Saya pernah membawa kucing saya ke Dokter Hewan dan satu kali pemeriksaan ditambah pembelian obat-obatan saat itu menghabiskan uang diatas 200 ribu. Jika hanya setahun sekali atau dua kali, saya masih bisa lah menyisihkan uang untuk biaya perawatan kucing  jika terkena penyakit. Namun jika …

Bangga di Banggai – Mengintip Pesona Luwuk Banggai

Menulis adalah salah satu upaya saya dalam mewujudkan mimpi. Salah satu yang menjadi mimpi saya  adalah bisa menjelajah seluruh pulau yang ada di Indonesia. Yah, minimal seluruh pulau besarnya saja.  Kenapa? Karena Indonesia itu Indah. Kalau ditanya, sudah berapa pulau di Indonesia yang pernah saya kunjungi? Masih bisa dihitung dengan jari sih. Pulau yang pernah saya kunjungi diantaranya Sumatera (Palembang), Bangka, Bali dan Sulawesi (Makassar). Kalau pulau  Jawa  tidak termasuk yah, hehe, karena saya lahir dan besar di Pulau Jawa (Jawa Barat). 
Dulu saya mempunyai cita-cita ingin bekerja  di Kementrian, khususnya kementrian Pertanian. Karena saya beranggapan, jika bekerja di level kementrian, tentunya akan sering melakukan perjalanan dinas, bukan hanya dalam Indonesia, tapi bisa jadi luar Indonesia juga. Terbayang dong  pasti seru bisa bekerja sambil jalan-jalan.#MimpiKaliYeee
Tapi saat ini takdir berkata lain, saya hanya bisa bekerja di daerah selevel Kecamatan. Meskipun demikian sa…