Skip to main content

Mau Bertanya Gak Sesat di Jalan, Bertanya menambah pengetahuan.

Dulu saya sempat memiliki pemikiran, jika terlalu banyak bertanya maka orang-orang akan mengetahui bahwa saya akan terlihat bodoh. Jika saya banyak bertanya, mungkin orang akan kesal dengan pertanyaan –pertayaan yang saya lontarkan. Tapi  sekarang saya  menyadari, bahwa yang saya fikirkan saat itu adalah salah. Banyak bertanya, tidak akan membuat kita terlihat seperti orang bodoh. Malahan dengan banyak bertanya pengetahuan kita akan bertambah.



Semenjak memasuki dunia pekerjaan, sifat dan karakter saya sedikit demi sedikit mengalami perubahan. Jujur saja, ketika waktu kuliah dahulu, saya bukanlah termasuk orang yang aktif bertanya. Malah saya termasuk orang yang malu bertanya. Karena terkadang saya suka grogi jika harus bertanya.

Namun sekarang, karena pengaruh dan tuntutan dari pekerjaan yang saya jalani, saya menjadi orang yang harus banyak bertanya. Karena jika tidak banyak bertanya saya akan menghambat pekerjaan saya. Tentunya pertanyaan-pertanyaan yang saya lontarkan adalah pertanyaan yang memang pantas untuk ditanyakan,  Dan bukan suatu pertanyaan untuk menguji seseorang.

Saya menjadi orang yang sering bertanya sejak  merantau ke Bogor. Dan pertanyaan yang sering saya lontarkan adalah tentang alamat, atau tentang suatu tempat, atau mencari orang yang tidak saya kenal sebelumnya.  Maklum, karena disini saya hidup sendirian, jauh dari orang tua dan saudara. Jadi daripada tersesat dan tidak berdaya, saya memberanikan diri untuk selalu bertanya.

Perjalanan Mencari Suatu Tempat

Tempat pertama kali yang saya tinggali adalah kampung Cigudeg yang berada di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, tepatnya sat itu adalah Tahun 2009. Saya tinggal disana semenjak saya bekerja sebagai konsultan pemberdayaan. Hal yang paling penting yang pernah  saya tanyakan adalah lokasi ATM BNI, maklum gaji saya tiap bulan ditranfer ke rekening BNI tersebut. Tanpa gaji bulanan, saya tidak bisa manyambung hidup dong. Saya bertanya tentang keberadaan ATM BNI ke orang-orang  yang tidak saya kenal yang ada di Cigudeg, meskipun dengan perasaan aga malu. Dan ATM BNI yang terdekat ternyata adalah di Kecamatan Leuwi Liang. Mungkin sekarang di cigudeg sudah ada ATM BNI, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi ke Leuwi Liang.

Nah,Sekarang ini saya sudah berganti  pekerjaan menjadi abdi negara, Alhamdulilah saya tinggal di tepat yang cukup strategis. Namun semenjak saya menjadi abdi negara, saya sering ditugaskan untuk melakukan perjalanan dinas dalam daerah ke pelosok-pelosok dusun yang  ada di Kabupaten Bogor ini. Terkadang lokasi yang haru saya kunjungi bahkan di peta tidak bisa ditemukan. dan itu bukan hambatan, tapi bagi saya itu adalah suatu tantangan.

Bertanya ke orang desa, untuk menemukan lokasi wilayah binaan
Terkadang teman-teman saya heran, ko mau sih pergi ke tempat yang sulit dicari? Kalau tersesat gimana? Dengan sederhana saya jawab “ Kan bisa bertanya pada orang-orang”. “Mau bertanya Gak akan membuat kita tersesat dong”. Yak kalau nasib saya harus tersesat atau nyasar, karena orang yang saya tanya salah memberikan informasi, saya tinggal ambil hikmahnya saja. Saya jadi mengetahui suatu tepat yang belum saya ketahui sebelumnya. Gampang kan??.

Dalam hal apapun yang saya kerjakan, saya selalu mengambil hikmah dari suaru kejadian. Baik itu kejadian yang sepele, ataupun kejadian yang luar biasa. Dalam hidup yang saya jalani ini, pertanyaan-pertanyaan yang muncul bukan tentang mencari alamat, suatu tempat atau orang-orang saja. Tapi maknanya lebih luas. 


Bertanya untuk mencari suatu jawaban yang benar diharuskan. Jangan sampai kita menjadi seseorang yang tersesat karena malu untuk bertanya. Banyak cara untuk mencari jawaban dari pertanyaan kita ini. Selama kita mau berusaha, maka kita akan menemukan jawaban dari pertanyaan yang kita cari.

Tulisan ini diikut sertakan dalam BNI Blogging Competition  Mau bertanya Gak Sesat di Jalan #AskBNI




Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Menyembuhkan Diare Pada Kucing

Teman-teman pecinta kucing pernah mengalami kucingnya sakit diare kah? Kucing saya pernah nih. Saya punya dua ekor kucing. Yang besar kucing lokal Indonesia, alias kucing kampung dan yang kecil kucing persia.  Yang besar bernama Phiu, adik angkatnya yang kecil bernama Pow .Nih fotonya nampang dibawah... ^_^.

Dulu pertama kali memelihara Phiu, dia sempat terkana diare. Tiga hari berturut-turut intensitas buang airnya sering dan kotorannya berupa cairan, tidak padat seperti kucing  sehat. Kemudian saya membeli obat ke petshop dan dokter hewan disana memberi obat racikan berupa kapsul. Dokter memberi obat buat jatah 3 hari, namun ternyata baru satu kali minum obat, si Phiu sudah sembuh. Phiu kucingnya memang tidak terlalu merepotkan, ketika diberi kapsul obat mencret langsung ditelan. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah kena diare lagi. Sehat terus ya Phiu .... :*

Cara Alami Menyembuhkan Demam Pada Kucing dengan Madu

Jika kucing yang kita pelihara sakit, lebih baik kita membawanya ke dokter hewan. Karena Dokter Hewan adalah orang yang paling kompeten dan tahu bagaimana cara terbaik untuk menyembuhkan kucing yang sakit. Jika kita memiliki dana yang cukup untuk mengobati kucing, sebaiknya segera diperiksakan saja ke dokter hewan.
Namun jika dana kita terbatas (khususnya saya), saya akan mencoba alternatif lain terlebih dahulu yang memerlukan biaya lebih murah untuk mngobati kucing kesayangan saya. Karena disesuaikan juga dengan kondisi ekonomi saya saat ini.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi dengan teman-teman pecinta kucing ketika kucing saya mengalami sakit. Saya hanya menuliskan berdasarkan pengalaman saja. Saya pernah membawa kucing saya ke Dokter Hewan dan satu kali pemeriksaan ditambah pembelian obat-obatan saat itu menghabiskan uang diatas 200 ribu. Jika hanya setahun sekali atau dua kali, saya masih bisa lah menyisihkan uang untuk biaya perawatan kucing  jika terkena penyakit. Namun jika …

Berlibur ke The Jungle Water Park

Senangnya ketika kita berjanji, dan janji itu bisa ditepati. Beberapa bulan yang lalu saya berjanji kepada keponakan untuk mengajak mereka berlibur ke The Jungle Water Park. Karena Allah saya bisa mewujudkan janji saya ini. Janji ini terlaksana ketika liburan panjang akhir Tahun 2015 lalu.
Sebagai bentuk rasa syukur, karena nikmat yang diberikan oleh Allah swt, saya mengajak kedua orang tua, kakak dan kakak ipar bersama anak-anaknya serta adik bapak yang perempuan bersama anak perempuannya, paman dan bibi dan kedua anak lelakinya. Kebetulan memang kesamaan hobby kami semua adalah berenang dan bermain di wahana air. Khususnya kedua ponakan, Raisya dan Haura  mereka sangat suka sekali bermain air. Alhamdulillah akhir tahun ini ada saya dapat cukup rejeki, untuk bisa mengajak keluarga saya bermain di The Jungle Water Park ini.