Skip to main content

Rejekinya Tukang Tambal Ban

“Hati-hati dengan Hati”
Terkadang firasat yang muncul di hati, bisa menjadi kenyataan.

Hari ini saya bangun tidur pukul 3.15 dini hari. Sebenarnya saya masih ngantuk. Tapi saya harus bangun. Karena kucing saya si Phow memaksa saya untuk bangun. Phow  selalu mengigit hidung saya hingga saya bangun. . (dasar kucing aneh!, tapi lucu deh... dan ngegemessiiinnn).  Oh iya, karena adzan subuh  belum berkumandang, saya menyempatkan untuk sholat Tahajud. Allah sudah membangunkan saya melalui makhluknya yaitu si Pgow (kucing). Masa sih saya mau malasan. Jadi saya melawan setan tidur lagi, dan  harus memanfaatkan waktu sebelum adzan ini untuk tahajud.

Hari ini ada jadwal siaran radio pada pukul 9.00 pagi di Radio Teman, Cibinong Kabupaten Bogor. Karena naskah radio  yang saya buat kemaren belum sempat di print, saya putuskan untuk mampir ke kantor terlebih dahulu. Dari rumah berangkat pukul 7.00 pagi. Sebelum sampai di kantor, saya mampir ke ATM sebentar. Ketika di ATM, sempat hati berkata. “jangan ambil uang terlalu banyak An..., cukup untuk mengganti uang teman  yang dipinjam kemarin dan untuk biaya aktivitas kerja hari ini saja”.. Setelah uang keluar dari mesin ATM,  tiba tiba di fikiran saya membayangkan ban motor bocor. Terus saya memandangi uang saya, dan berfikir, “Jangan-jangan di uang yang saya ambil ini ada rejekinya tukang tambal ban nih.”  Tapi   dalam hati kecil saya berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak saya inginkan.

Sampai di kantor, saya langsung ke ruangan printer, dan mengeprint naskah siaran radionya. Tiba-tiba teman saya memanggil dan memberi saya uang, katanya ini adalah titipan dari rekan kerja. Saya sangat senang dong, pagi-pagi udah dapat rejeki. Saya masukan uang ke dompet, dan  sesaat  memandangi dompet. Bersyukur melihat uang dalam dompet bertambah lagi. Kemudian setelah itu saya ke ruangan lain dimana teman saya yang mengurusi kegiatan siaran radio berada. Saya kesana untuk meminta cd (compact disc) untuk rekaman siaran radio. Setelah selseai, saya secepatnya meninggalkan ruangan teman saya itu.

Ketika turun dari tangga  lantai 2, dari balik jendela saya melihat ke arah mushola kantor. Sempat berniat untuk melaksanakan sholat dluha. Namun karena waktu sudah pukul 8.30, saya khawatir terlambat untuk siaran radio.  Ada bisikan dalam hati “Ah tadi kan sudah sholat Tahajud, ga papa kali hari ini ga sholat dluha.” (bukan maksud riya ya menuis disini tapi emang saya berusaha membiasakan diri untuk sholat dluha setiap hari, hehe) Sempat diam sejenak sih, kemudian terbesit lagi “sholat dluha itu kan untuk menjemput rejeki, ah... tapi tadi belum sholat dluha juga saya udah dapat  rejeki (uang) dari rekan kerja saya”. Dan sayapun langsung menuju tempat parkir, naik motor dan pergi menuju tembat siaran radio di Cibinong.

Belum 500 meter dari kantor, tiba-tiba terdengar suara seperti lemparan batu kerikil ke arah motor saya. Saya kaget dong, lalu saya menepi ke pinggir jalan raya. Dan alhasil wow!! Ada paku besar menancap di ban belakang motor saya. Ughhh! Rasanya kesal banget, mana panas, mana lagi buru-buru... egghh ban malah bocor. Sempat mikir-mikir sejenak, apa balik lagi ke arah kantor ya, karena disana ada tukang tambal ban. Tapi difikir-fikir lagi, membawa motor kesana dengan jalan kaki lumayan jauh juga. Untunglah ada seorang penjual bakso memberi tahu, bahwa sekitar 200 meter ke depan ada tukang tambal ban. Dan sayapun mengikuti saran abang tukang bakso itu.

Berjalan kaki sambil mendorong motor sangatlah melelahkan. Mana banyak kendaraan berlalu lalang, takut keserempet. Keringat bercucuran, tangan pegel, kaki lemas... Panas... hauss... ah serasa menjadi orang yang paling apes dah!!. Aghh pokoknya kacau deh. Sempat berfikir selama di jalan, kenapa harus motor saya sih yang terkena tuh paku . Belum sempat siaran radio badan dah gemetaran , keringatan. Jadi ga semangat deh rasanya. (mengeluh terus nih bawaannya).

Tapi kemudian saya teringat ceramah Aa Gym tentang pemuda yang terkena lemparan bola golf tepat di kepalanya. Pemuda itu marah, dan dia berkata. “Lapangan golf ini begitu luas, kenapa bola sekecil ini harus menimpuk kepala saya!”. Nah, disini Aa Gym menjelaskan, memang sudah takdir nya si pemuda itu kepalanya ketimpuk bola golf. Dari pada mengeluh dan  marah-marah, mendingan ikhlasin aja kepala benjol terkena bola golf. Toh mau marah-marah atau tidak, kepala tetap  benjol, tidak akan merubah keadaan. Nah dari tausiyah Aa Gym ini, saya juga coba untuk mengikhlaskan hati, untuk tidak mengeluh lagi. Memang udah takdir saya hari ini kali ya.  Ban motor harus melindas tuh paku, dan akhirnya bocor. Kemudian saya harus berjalan mencari tukang tambal ban. Saya Cuma bisa menasihati hati saya sendiri untuk tidak mengeluh terus.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di tempat tukang tambal ban. Selama menunggu ban dipasang, saya mengingat-ingat kembali apa yang sudah saya lakukan ketika bangun tidur hingga ban bocor gara-gara paku.  Ehmm...saya sadar bahwa hati kita ini akan selalu dipengaruhi oleh bisikan  Malaikat atau Setan. Dan tergantung kita memilih mau ikut bisikan malaikat atau mau ikut bisikan setan. Ketika teringat untuk melaksanakan sholat dlluha, mungkin itu adalah malaikat yang mengingatkan. Dan ketika saya memilih utntuk tidak sholat dluha, bisa jadi itu adalah bisikan dari setan. Dan setan lah yang menang. Sebelumnya ketika di ATM, saya sudah membayangkan kejadian buruk, yaitu ban bocor. Dan akhirnya apa yang saya bayangkan menjadi kenyataan. Mungkin disini malaikat meng "amin" kan, tapi ah, itu hanya pemikiran saya saja, hehe.

Tidak terasa larut dalam fikiran sendiri, ternyata ban bocor sudah selesai di perbaiki. Abang tukang tambal ban itu bilang, ban dalamnya robek jadi harus diganti dengan yang baru. Saya melihat uang yang saya ambil di ATM tadi, dan dalam hati sempat tertawa, eh tepatnya tersenyum “Emang uang ini rejekinya tukang tambal ban, hehe”. Dan saya hanya bisa ucapkan terima kasih ke tukang tambal ban itu karena sudah memperbaiki ban motor saya yang bocor. Ketika saya akan pergi, tiba-tiba tukang tambal ban bilang sambil tersenyum “ Pagi-pagi udah jajan ban dalama ya Neng!”  Terus saya membalas “Ah ga apa-apa kok pak, mungkin itu udah rejekinya bapak.” Dan saya pun langsung Cusss!! Pergi menuju Cibinong.


Kalau mengambil hikmah dari kejadian itu, mungkin memang sudah skenario  Allah yang mengatur rejeki semua mahkluknya.  Kita cukup terima aja dengan lapang hati alias ikhlas. Toh rejeki sudah ada jatahnya masing-masing dan tidak akan tertukar. Yah memang tadi diawal juga kan sempat ada dugaan bahwa ada rejeki tukang tambal ban di uang yang saya miliki. Saya mungkin hanya sebagai perantara lewatnya rejeki itu dari Allah. Disyukuri saja deh... karena sudah bisa menjadi jalan rejeki buat orang lain.

Comments

  1. skenario hidup ya mbak.
    saling memberi dan menerima.
    rejeki Allah utk makhlukNya bisa datang dari mana saja

    salam kenal ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mbak, salam kenal kembali

      Delete
  2. itu besar amat paku nya, ga apa2 teh diikhlasin aja, sing penting kita selamat

    ReplyDelete
  3. Saya juga pernah ngalami hal demikian demi penghiburan diri harus berpikir positif emang sudah rejekinya tukang tambal ban ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, rejeki udah ada yg ngatur :)

      Delete
  4. Seringkali aku juga geli sendiri, habis dapat uang, eh ada saja saudara yang butuh. Mikirnya, berarti aku jadi perantara rejeki saudara tsb. Nice sharing :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya. Bisa jadi jalan rejeki buat yg lain :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Alami Menyembuhkan Diare Pada Kucing

Teman-teman pecinta kucing pernah mengalami kucingnya sakit diare kah? Kucing saya pernah nih. Saya punya dua ekor kucing. Yang besar kucing lokal Indonesia, alias kucing kampung dan yang kecil kucing persia.  Yang besar bernama Phiu, adik angkatnya yang kecil bernama Pow .Nih fotonya nampang dibawah... ^_^.

Dulu pertama kali memelihara Phiu, dia sempat terkana diare. Tiga hari berturut-turut intensitas buang airnya sering dan kotorannya berupa cairan, tidak padat seperti kucing  sehat. Kemudian saya membeli obat ke petshop dan dokter hewan disana memberi obat racikan berupa kapsul. Dokter memberi obat buat jatah 3 hari, namun ternyata baru satu kali minum obat, si Phiu sudah sembuh. Phiu kucingnya memang tidak terlalu merepotkan, ketika diberi kapsul obat mencret langsung ditelan. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah kena diare lagi. Sehat terus ya Phiu .... :*

Cara Alami Menyembuhkan Demam Pada Kucing dengan Madu

Jika kucing yang kita pelihara sakit, lebih baik kita membawanya ke dokter hewan. Karena Dokter Hewan adalah orang yang paling kompeten dan tahu bagaimana cara terbaik untuk menyembuhkan kucing yang sakit. Jika kita memiliki dana yang cukup untuk mengobati kucing, sebaiknya segera diperiksakan saja ke dokter hewan.
Namun jika dana kita terbatas (khususnya saya), saya akan mencoba alternatif lain terlebih dahulu yang memerlukan biaya lebih murah untuk mngobati kucing kesayangan saya. Karena disesuaikan juga dengan kondisi ekonomi saya saat ini.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi dengan teman-teman pecinta kucing ketika kucing saya mengalami sakit. Saya hanya menuliskan berdasarkan pengalaman saja. Saya pernah membawa kucing saya ke Dokter Hewan dan satu kali pemeriksaan ditambah pembelian obat-obatan saat itu menghabiskan uang diatas 200 ribu. Jika hanya setahun sekali atau dua kali, saya masih bisa lah menyisihkan uang untuk biaya perawatan kucing  jika terkena penyakit. Namun jika …

Berlibur ke The Jungle Water Park

Senangnya ketika kita berjanji, dan janji itu bisa ditepati. Beberapa bulan yang lalu saya berjanji kepada keponakan untuk mengajak mereka berlibur ke The Jungle Water Park. Karena Allah saya bisa mewujudkan janji saya ini. Janji ini terlaksana ketika liburan panjang akhir Tahun 2015 lalu.
Sebagai bentuk rasa syukur, karena nikmat yang diberikan oleh Allah swt, saya mengajak kedua orang tua, kakak dan kakak ipar bersama anak-anaknya serta adik bapak yang perempuan bersama anak perempuannya, paman dan bibi dan kedua anak lelakinya. Kebetulan memang kesamaan hobby kami semua adalah berenang dan bermain di wahana air. Khususnya kedua ponakan, Raisya dan Haura  mereka sangat suka sekali bermain air. Alhamdulillah akhir tahun ini ada saya dapat cukup rejeki, untuk bisa mengajak keluarga saya bermain di The Jungle Water Park ini.