Aug 22, 2016

Mengabadikan Sejarah Pusaka Prajawangsa di Prajawangsa City

Delapan nama benda Pusaka Prajawangsa  yang berasal dari sejarah Kerajaan Indraloka kini namanya diabadikan di Superblock Prajawangsa City. Delapan Block Tower yang berdiri megah di areal seluas 7 hektar di tengah kota Cijantung Jakarta Selatan. Adapun nama dan arti dari kedelapan Pusaka Prajawangsa itu adalah :
  1. Aksa : Sebuah cincin bermata yang melambangkan kejernihan diri, jiwa dan fikiran.
  2. Bargawa : Sebuah tusuk konde yang melambangkan pengetahuan
  3. Cemeti : Sebuah ikat pinggang kulit yang melambangkan pengendalian diri
  4. Diwangkara: Sebuah pisau yang melambangkan kebijaksanaan
  5. Ekanta: Sebuah mahkota yang melambangkan kekuasaan
  6. Fulmala: Sebuah perisai tangan yang melambangkan welas asih
  7. Ganitri: Sebuah gelang yang melambangkan keabadian
  8. Hima: Sebuah kuas yang melambangkan penciptaan.



Prajawangsa City merupakan persembahan terbaru dari developer ternama Synthesis Development. Synthesis Development adalah perusahaan property yang berkembang di Indonesia yang memiliki beragam proyek dibidang properti, ritel, apartement, perumahan, superblock, kantor dan hotel. Synthesis Development berdiri pada tahun 1992. Diawali sebagai ProLease, yaitu konsultan properti yang spesialisasinya sebagai konsultan  dan manajemen pusat perbelanjaan. Proyek pertama yang ditangani adalah Plaza Semanggi, yang dibangun pada tahun 1999. Dan sejak tahun 2005 , merk Synthesis Development mulai digunakan sebagai merk di bisnis properti yang konsentrasinya di pengembangan properti.

Sebagai perusahaan pengembang ternama di Indonseia, proyek yang sudah ditangani oleh Synthesis Development diantaranya adalah KALIBATA CITY, BASSURA CITY, SYNTHESIS SQUARE, CASABLANCA MANSION, PLAZA SEMANGGI, URBANA PLACE, FESTIVAL CITY LINK BANDUNG, SYNTHESIS RESIDENCE KEMANG, BALI NUSA DUA, DE OAZE, LAVANDE RESIDENCE dan PRAJAWANGSA CITY. (Infromasi lengkap di www.pusakaprajawangsa.id)

Hari Sabtu yang lalu, yaitu tanggal 20 Agustus 2016, dalam acara Indonesia Is Me, Synthesis Development mengadakan nonton bareng Film Pendek berjudul Pusaka Prajawangsa bersama Blogger dari Jabodetabek. Acara ini sebagai bentuk promosi dari Prajawangsa City.  Selain pemutaran film, juga ada creative talk show bersama Alexander Thian. Alexander Thian  adalah penulis muda yang sudah menghasilkan karya-karya Best Seller. Dan beliau juga adalah penulis skenario dari Film Pendek Pusaka Prajawangsa.

Film Pusaka Prajawangsa berkisah tentang sejarah masa lalu yang divisualisasikan dengan latar belakang masa sekarang. Jejak masa lalu yang menyimpan makna kearifan lokal.  Kisah  tentang Prabu Prajawangsa di Kerajaan Indraloka. Prajawangsa sendiri disini diambil dari nama seorang pahlawan Betawi yang berperang melawan Belanda pada zaman Hindia Belanda. Tempat tinggal Prajawangsa  berada di Cijantung.

Nonton Bareng Pusaka Prajawangsa

Masa lalu lahir  kembali di masa sekarang, sebagai bentuk reinkarnasi dari para  mpu, yaitu melalui Bima, Drupadi dan Weda serta seorang guru yang bijak yang bernama Srikandi.  Para  mpu ini ditugaskan untuk membuat karya seni agung. Di film ini Bima sebagai seorang pelukis yang ditugaskan untuk membuat delapan buah lukisan pusaka dari Kerajaan Indraloka. Kedelapan  pusaka itu adalah AKSA, BARGAWA, CEMETI, DIWANGKARA, EKANTA, FULMALA, GANITRI dan HIMA. Dalam film ini sebagai tokoh antagonis adalah Weda. Dan dengan bantuan dari seorang gadis bernama Drupadi dan guru bijak yang bernama Srikandi, Bima bisa mengingat kembali masa lalunya. Diakhir cerita Bima berhasil membuat delapan lukisan Pusaka Prajawangsa. Media yang digunakan oleh Bima  untuk melukis adalah kain tradisional “Lurik”.

Cerita film pendek ini sederhana. Awalnya saya bingung menangkap isi pesan yang ingin disampaikan didalam film ini. Sebagai penggemar film dan hobby banget nonton film, bagi saya hal yang menarik dari film ini adalah kutipan-kutipan kalimat dalam yang ada dalam dialog film,. Karena  ini adalah bentuk nasihat untuk kita semua khususnya untuk saya. Tidak salah dong memetik kalimat positif dari film yang sudah kita tonton. Apalagi  nasihatnya ini tentang kearifan lokal. Penulis skenarionya keren, bisa menghasilkan kalimat-kalimat seperti ini.

Beberapa kalimat yang saya petik adalah kalimat yang diucapkan oleh Guru Srikandi:

Manusia meninggal untuk lupa, setelah lahir kembali tugasnya adalah untuk mengingat.”

 “Penyesalan itu berguna, karena disitulah letak realitas.”

“Ujian hidup manusia ada empat, caranya bertahan hidup, apa yang dia hasilkan ketika dia hidup, bagaimana dia memperlakukan sesama dan bagaimana dia mengalahkan egonya.”

“Seringkali dalam hidup orang yang paling kita percaya, justru musuh sesungguhnya, tapi jangan isi kehidupan dengan penuh kecurigaan, karena pada akhirnya kebenaran akan menampakan diri dengan cara yang tidak diduga bahkan menyakitkan”

Dan difilm ini juga saya jadi mengetahu makna filosofis dari kain “Lurik”. Didalam film Bima mengatakan bahwa kain "Lurik" dikenal sebagai lambang hubungan vertikal antara manusia dan Tuhannya, mengenakan "Lurik" berarti bersikap sederhana dan berserah diri pada Tuhannya. Bersikap sederhana itu bagus kan? Berserah diri pada Tuhan apa lagi, itu sangat bagus sekali.

Menurut saya, yang menjadikan film pendek ini spesial, karena film ini tema nya Indonesia banget. Cocok  dengan tema acara “Indonesia Is Me” (#IndonesiaIsMe). Film pendek ini memang  ditujukan sebagai  ajang promosi Prajawangsa City yang dibangun di Cijantung Jakarta Selatan. Promosinya dalam film ini tidak terlihat seperti iklan-iklan pada umumnya seperti di TV atau Internet. Pesan tersirat, tapi jelas. Penuh isyarat bermakna tentang kearifan lokal. Budaya Indonesia sangat kental dalam film ini. Mungkin kita pernah melihat, jika iklan yang berhubungan dengan penjualan property tentunya banyak menggunakan istilah-istilah bahasa asing. Sebenarnya tidak salah memakai istilah bahasa asing. Cuma akan lebih baik, jika bahasa Indonesia digunakan, apalagi bahasa-bahasa masa lampau yang memiliki arti penuh makna. Kan akan luar biasa jika Bahasa asli Indonesia terus abadi serta mendunia. Ini bisa menjadi bukti kalau kita Cinta Indonesia.

Nah, bagi saya, film apapun, mau drama, action, komedi, kolosal, dokumentar, ketika kalimat-kalimat yang diucapkan itu bisa memberikan pencerahan, sekaligus motivasi, maka bagi saya film itu sangatlah menarik . Kalau mau melihat film yang paling saya suka, bisa melirik ke postingan saya tentang film. Judulnya adalah Forrest Gump : You Have To Do The Best With WhatGod Gave You. (bisa diintip kalau penasaran, hehe).

Oh iya, bagi yang  tidak sempat menghadiri nonton bareng dan ingin melihat film pendek yang berjudul Pusaka Prajawangsa  ini, Bisa menontonnya  di Youtube Prajawangsa City  atau di website http://pusakaprajawangsa.id/the-movie/.  Silakan dinikmati filmnya ya.

Talkshow bersama Alexander Thian

Acara Indonesia Is Me, semakin seru dengan hadirnya penulis muda Alexander Thian. Disini beliau memberikan tips-tips bagaimana cara menulis skenario yang baik. Tips yang dia berikan diantaranya adalah: 
  • Penulisan skenario harus tegas dan langsung
  • Selalu ada ruang berkembang untuk membuat skenario, jangan membatasi diri
  • Skenario yang bagus adalah bagaimana membuat tokoh utama disukai dan tokoh musih dibenci oleh pemirsa
  • Untuk membuat skenario bukanlah kerjaan individu, tapi merupakan kerja tim.
Acara Indonesia Is Me , Nonton Bareng bersama Synthesis Development ini memang seru. Banyak ilmu yang saya peroleh, khususnya tentang dunia Property, Developer dan Penulisan Skenarip Film. 

Dan yang terakihir, bagi  yang sedang berburu apartement dengan harga terjangkau. Sebagai investasi masa depan yang menguntungkan, saat ini ada promo Rp 400 jt untuk pembangunan tower 4. Apartement dua kamar tidur. Dan bebas biaya pengalihan. Hayo buruan beli jangan sampai kehabisan ya. Informasi lengkap bisa di cek di www.pusakaprajawangsa.id.


Narsis di acara #IndonesiaIsMe #PusakaPrajawangsa


4 comments:

  1. wahhh, suka banget ama kutipannya. Kemaren kita blm sempet say hello ya mbak :) Smg ada waktu ketemu next time^^

    ReplyDelete
  2. huaaaa aku gak jadi ikutan karena teparrr, padahal pengen ketemu Alexander Thian

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, kebanyakan jadwal sih jadi tepar,, haha

      Delete