Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2016

#JourneyToSyari : Meraih Cinta Allah dengan Berpakaian Syari

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman , agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya) kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung/khimar ke dadanya ...” (Q.S An.Nur ayat 33)
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu adalah agar mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang” (Q.S. Al-Ahzab Ayat 59)
Jika membaca kedua ayat diatas, sangat jelas bahwa menutup aurat secara syari bukanlah pilihan, tapi itu adalah kewajiban yang diperintahkan Allah. Menutup aurat secara syari mencerminkanidentitas seorang muslimah.
Syarat Pakaian Muslimah yang Syari (mengutip dari cermah Ustad Aam Amirudin) : Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tanganTidak ketat dan membentuk lekuk tubuhTidak trans…

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran

Menu makanan seperti sate, gulai, rendang bertebaran di setiap rumah. Maklum lah saat itu adalah Hari Raya Idul Adha. Begitu juga di rumah saya,  menu daging domba atau sapi mendominasi.  Karena bapak ikut berqurban, stok daging lumayan banyak di rumah kami. Jadi biasanya selama 3 sampai 7 hari menu makan sehari-hari keluarga kami adalah  daging domba ataupun daging sapi. Kalau tiap hari menu itu terus pasti akan membosankan, selain itu juga, saya bisa sakit gigi atau kena darah tinggi, *huhuhu...

Mudahnya Menanam Pepaya Di Pekarangan Rumah

Setahun yang lalu, tanpa sengaja saya membuang biji pepaya di pekarangan rumah. Ternyata biji-biji pepaya itu tumbuh menjadi bibit-bibit pepaya. Karena tumbuh tidak beraturan, bibit pepaya itu saya pindahkan kedalam polybag kecil berukuran 12 x 15 cm. Media tanam yang saya isikan dalam polybag yaitu campuran dari sekam bakar , tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.  Dan akhirnya saya jadi  memiliki 21 bibit pohon pepaya. Gratis ... hehe.
Awalnya sempat terfikir untuk menjual bibit-bibit pohon pepaya itu ke para tetangga. Namun setelah difikirkan lagi, saya putuskan untuk membagikan secara gratis bibit tersebut kepada tetangga-tetangga saya. Harapan saya adalah yang utama karena ingin dapat pahala dari Allah. Harapan saya yang lain adalah agar, pekarangan mereka lebih asri dan sejuk, serta mereka bisa menikmati buah pepaya dari pekarangannya sendiri tanpa membeli.