Skip to main content

Belajar Menjadi Seorang Pemaaf



Karena Allah Maha Pemaaf, sayapun ingin bisa menjadi seorang yang pemaaf. Saya pasti tidak luput dari salah terhadap orang lain, jika saya berbuat salah kepada orang lain saya ingin bisa dimaafkan oleh orang lain tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika ada orang lain berbuat salah terhadap saya, saya harus bisa memberi maaf tentunya dengan ikhlas karena Allah.



Bagi saya hidup di dunia ini adalah sebuah proses belajar. Setiap detik dari apa yang kita lakukan adalah proses dari hidup itu sendiri. Disebut belajar, karena sebagai manusia kita tidaklah sempurna. Sebagai manusia pasti akan melalui proses perubahan seiring dengan bergantinya waktu.  Baik secara fisik ataupun psikologis.

Hal-hal yang dapat membuat perubahan dalam hidup kita diantaranya adalah karena lingkungan , pengalaman hidup, berinteraksi dengan orang lain yang memiliki karakter yang berbeda, dan lain sebagainya.  Tinggal kita yang menentukan, apakah kita ingin berubah menjadi baik, buruk, lebih baik atau lebih buruk.

Sebelumnya saya adalah orang yang susah memaafkan terhadap orang yang berbuat salah kepada saya. Kadang timbul sakit hati, dendan dan rasanya ingin membalas seusi dengan perbuatannya itu. Dulu jika ada orang yang pelit, saya akan membalas pelit. jika ada orang yang menjelek-jelekan saya, saya akanbalas menjelek-jelekan mereka, jika ada saya butuh bantuan prang lain tapi tidak dibantu, saya akan membalas tidak akan membantu jika orang tersebut membutuhkan bantuan saya, Kasarnya "jika kamu mencubit saya, maka saya akan mencubit kamu"

Tapi hal tersebut saya lakukan jika saya benar-benar emosi. Bisa jadi itu adalah  zaman saya masih ababil (abg labil, haha). InsyaAllah sekarang dalam proses memperbaiki untuk belajar menjadi seorang yang pemaaf.

Harapan saya dalam hidup dan berinteraksi dengan sesama adalah sederhana. Saya ingin menjadi manusia yang lebih baik. Dengan sedikit-demi sedikit mengikis sifat jelek yang ada di diri. Saya tidak ingin disakiti ataupun menyakiti siapapun. Jadi ketika  tidak ingin disakiti oleh orang lain, maka janganlah menyakiti orang lain (Self Reminder). Dan memang hal itu sangatlah tidak mudah. Karena setiap manusia jika sudah bertekad ingin menjadi baik atau lebih baik, setan pasti tidak akan tinggal diam. Setan akan menyerang , menggoda kita untuk tetap tidak baik dengan segala cara nya yang jahat.

Tapi, untuk menjadi seorang yang pemaaf saya mengambil pelajaran dari kucing kesayangan saya. Pernah suatu ketika, saya sedang mengelus-ngelus kepala kucing, tiba-tiba kucing saya mencakar tangan saya hingga berdarah. Dan di kesempatan yang lain pernah ketika saya sedang memberi makan, tiba-tiba kucing ini mengigit saya. Saat itu spontan saya ingin memukul kucing saya. Tapi untunglah tidak saya lakukan.

Saya memaklumi sifat kucing yang mencakar dan mengigit. Kucing kan binatang bukan manusia, wajarlah dia ga mikir. Sudah dibaiki malah meyakiti. Jadi kenapa saya harus marah, kan kucing ga kan ngerti juga kalau kita marah.  Saya juga sempat berfikir jangan, jangan saya yang membuat kucing itu tidak nyaman atau tersakiti jadi dia mengigit dan mencakar saya.

Dari hal-hal sepele tersebut dengan kucing saya coba intropeksi diri. Saya dicakar dan digigit kucing, tapi saya masih bisa menahan diri untuk tidak marah bahkan memafkan kelakuan kucing tersebut. Lalu kenapa ketika disakiti manusia saya gampang sekali marah atau bahkan  sakit hati dan tidak mau memafkan kesalahan mereka selamanya??. Saya sadari manusia  derajatnya lebih tinggi dari kucing. Masa sama kucing , saya maafkan sedangkan manusia tidak.  

Dari kejadian ini saya intropeksi diri untuk bisa menjadi seorang yang pemaaf dan tidak pernah dendam atas apapun hal yang tidak menyenangkaan yang menimpa saya. Yang paling ampuh kadang memilih cuek dan tidak terlalu ambil pusing. Tapi kalau memang saya tidak tahan dan tetap merasakan marah, sakit hati atau tersinggung, yah saya beruaha untuk  tidak lama-lama marah atau sakit hatinya. Kan cape.. menguras energi lagi. (karena saya manusia dan bukan malaikat, hehe... masih dalam proses juga).

Saya harus belajar  untuk bisa mengendalikan hati agar tidak mudah marah dan  menjadi pendendam. Saya azzam kan dalam diri untuk bisa menjadi seorang pemaaf. Jika mulut memberi maaf namun hati masih belum iklas obat yang paling ampuh  adalah memperbanyak istighfar. Dengan berharap kepada Allah, untuk memberikan kesejukan dan keikhlasan untuk hati saya. Serta memiliki hati yang bersih, tentram dan selalu berprasangka baik. (aamiin)

Saya juga selalu memfokuskan fikiran pada satu titik, jika hati tidak enak karena marah terhadap seseorang Yaitu dengan selalu ingat bahwa “Doa orang yang tersakiti, peluang dikabulkan oleh Allah sangat besar”. Jadi saya selalu mengingatkan diri “Lebih baik mendoakan kebaikan untuk diri sendiri dari pada mendoakan kejelekan untuk orang lain yang sudah mendzolimi ”. Karena mendoakan kejelekan bagi orang lain, berarti kita mendoakan untuk diri sendiri kejelekan itu. Tapi akan lebih baik jika kita bisa mendoakan kebaikan bagi orag yang sudah mendzalimi kita. Itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad S.a.w. Dan seperti tadi di awal yang utama adalah karena saya ingin dimaafkan oleh Allah swt.

Sampai saat ini, itulah 2 (dua) hal yang ampuh yang bisa membantu mengendalikan amarah untuk menjadi seorang yang pemaaf. Yaitu banyak-banyak beristighfar dan mendoakan kebaikan bagi diri sendiri. 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Musa bin Imran a.s berkata "Wahai Tuhanku diantara hamba-hamba-Mu, siapakah orang yang paling mulia dalam pandangan-Mu? Allah Azza Wajalla menjawab ."Orang yang memafkan walaupun ia mampu membalas." (Hadits Riwayat Baihaqi)

".. Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (Q.S 3:134)

Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang sedang belajar menata hati nya untuk menjadi seorang pemaaf, untuk menjadi baik dan lebih baik lagi, sehingga kita bisa Husnul Hotimah. Semoga Allah menjadikan kita semua manusia yang dimasukan kedalam golongan orang-orang yang dicintai-Nya. Aamiin..
   


Wallahu ‘alam.

Comments

  1. susah ya jadi pemaaf apalagi kalau hati luka

    ReplyDelete
  2. sangat sulit banget menjadi pemaaf itu,,.. saya sendiri yg mengalami hal tersebut... harus punya hati yang sabar banget...


    www.kananta.com

    ReplyDelete
  3. saya pingin jadi orang yang dimaafkan karena banyak salahnya, tapi sebelum itu harus jadi pemaaf dulu juga

    ReplyDelete
  4. Ga mudah banget mba maafin orang, saya juga lagi belajar soal ini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang sulit dan berat terkadang, apalagi kalau sakit bngt ke hati, hehe.. tp mdh2n bisa jd yg pemaaf krn Allah

      Delete
  5. Memaafkan itu emang susah :(, paling banter istighfar kalau lg inget2 lg

    ReplyDelete
  6. Ah thank you sharing-cantik dan remindernya, Mbak :)

    Saya sih sejujurnya bukan tipe orang yang pendendam ya, dan bukan tipe orang yang gampang marah. Jadinya jarang2 kalau marah ke orang. Tapi ya itu... sekalinya marah, nanti bakalan keinget terus di otak ginana2nya. Istilahnya belum bisa ikhlas gitu biarpun dari perkataan udah menerima maafnya yang berbuat salah.

    Heu. Masih butuh waktu untuk perbaikan lagi nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. wajar mbak namanya jg manusia, dan semua ada prosesnya

      Delete
  7. Sama, saya dulu juga susah memaafkan. Tapi Allah sudah memberikan banyak tempaan sehingga hal2 yg dulunya jadi drama skrg terasa enteng saja. Let it go :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, hati jadi lebih enteng dng let it go :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Alami Menyembuhkan Diare Pada Kucing

Teman-teman pecinta kucing pernah mengalami kucingnya sakit diare kah? Kucing saya pernah nih. Saya punya dua ekor kucing. Yang besar kucing lokal Indonesia, alias kucing kampung dan yang kecil kucing persia.  Yang besar bernama Phiu, adik angkatnya yang kecil bernama Pow .Nih fotonya nampang dibawah... ^_^.

Dulu pertama kali memelihara Phiu, dia sempat terkana diare. Tiga hari berturut-turut intensitas buang airnya sering dan kotorannya berupa cairan, tidak padat seperti kucing  sehat. Kemudian saya membeli obat ke petshop dan dokter hewan disana memberi obat racikan berupa kapsul. Dokter memberi obat buat jatah 3 hari, namun ternyata baru satu kali minum obat, si Phiu sudah sembuh. Phiu kucingnya memang tidak terlalu merepotkan, ketika diberi kapsul obat mencret langsung ditelan. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah kena diare lagi. Sehat terus ya Phiu .... :*

Cara Alami Menyembuhkan Demam Pada Kucing dengan Madu

Jika kucing yang kita pelihara sakit, lebih baik kita membawanya ke dokter hewan. Karena Dokter Hewan adalah orang yang paling kompeten dan tahu bagaimana cara terbaik untuk menyembuhkan kucing yang sakit. Jika kita memiliki dana yang cukup untuk mengobati kucing, sebaiknya segera diperiksakan saja ke dokter hewan.
Namun jika dana kita terbatas (khususnya saya), saya akan mencoba alternatif lain terlebih dahulu yang memerlukan biaya lebih murah untuk mngobati kucing kesayangan saya. Karena disesuaikan juga dengan kondisi ekonomi saya saat ini.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi dengan teman-teman pecinta kucing ketika kucing saya mengalami sakit. Saya hanya menuliskan berdasarkan pengalaman saja. Saya pernah membawa kucing saya ke Dokter Hewan dan satu kali pemeriksaan ditambah pembelian obat-obatan saat itu menghabiskan uang diatas 200 ribu. Jika hanya setahun sekali atau dua kali, saya masih bisa lah menyisihkan uang untuk biaya perawatan kucing  jika terkena penyakit. Namun jika …

Berlibur ke The Jungle Water Park

Senangnya ketika kita berjanji, dan janji itu bisa ditepati. Beberapa bulan yang lalu saya berjanji kepada keponakan untuk mengajak mereka berlibur ke The Jungle Water Park. Karena Allah saya bisa mewujudkan janji saya ini. Janji ini terlaksana ketika liburan panjang akhir Tahun 2015 lalu.
Sebagai bentuk rasa syukur, karena nikmat yang diberikan oleh Allah swt, saya mengajak kedua orang tua, kakak dan kakak ipar bersama anak-anaknya serta adik bapak yang perempuan bersama anak perempuannya, paman dan bibi dan kedua anak lelakinya. Kebetulan memang kesamaan hobby kami semua adalah berenang dan bermain di wahana air. Khususnya kedua ponakan, Raisya dan Haura  mereka sangat suka sekali bermain air. Alhamdulillah akhir tahun ini ada saya dapat cukup rejeki, untuk bisa mengajak keluarga saya bermain di The Jungle Water Park ini.