Skip to main content

#JourneyToSyari : Meraih Cinta Allah dengan Berpakaian Syari

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman , agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasannya (auratnya) kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung/khimar ke dadanya ...” (Q.S An.Nur ayat 33)
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu adalah agar mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang” (Q.S. Al-Ahzab Ayat 59)
Jika membaca kedua ayat diatas, sangat jelas bahwa menutup aurat secara syari bukanlah pilihan, tapi itu adalah kewajiban yang diperintahkan Allah. Menutup aurat secara syari mencerminkanidentitas seorang muslimah.
Syarat Pakaian Muslimah yang Syari (mengutip dari cermah Ustad Aam Amirudin) : Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tanganTidak ketat dan membentuk lekuk tubuhTidak trans…

Harus Bisa Berlapang Dada



Harus Bisa Berlapang Dada” adalah sepenggal kalimat yang ada dalam lirik lagu dari Sheila On 7 yang berjudul Lapang Dada. Beberapa tahun kebelakang, saya memang kudet alias kurang update dengan lagu-lagu terbaru baik itu lagu Indonesia ataupun mancanegara. Lagu dengan judul Lapang Dada ini baru saya dengar satu kali, tapi saya langsung suka. Lirik dan aransemennya cukup bagus.

Jika melihat dari video clipnya, lagu ini menceritakan tentang orang yang harus berlapang dada ketika putus cinta ditinggal menikah oleh orang yang disayanginya. Tapi saya tidak akan membahas itu. Yang menarik dari lagu ini adalah kalimat “Harus Bisa Berlapang Dada”. Menurut saya ini adalah nasihat untuk kita semua. Kita harus bisa berlapang dada dalam segala hal. Bukan hanya dalam hal percintaan saja.

Bagi saya, ini adalah nasihat yang bagus. Dalam menjalani hidup kita harus bisa berlapang dada. Karena dengan lapang dada, hati akan menjadi lebih tentram.

Dua minggu yang lalu, saya pergi mengantar ibu ke tanah abang untuk membeli barang untuk dijual lagi. Barang yang dibeli lumayan banyak. Mungkin sudah takdir, dua barang yang sudah dibeli, ketika sampai di rumah, tidak ada. Ntah barang ini hilang, ntah barang ini tertinggal, atau ntah barang ini terjatuh.

Ini adalah keteledoran saya. Jadi saya harus mengganti barang yang hilang itu kepada ibu saya. Saat itu kondisi keuangan saya pas-pasan, maklum akhir bulan.. hehe. Jadi memang tidak niat membelanjakan uang, hanya niat mengantar ibu saja. Supaya ibu saya tidak kecewa, akhirnya saya mengganti dengan uang tabungan (habislah uang yang ditabung untuk liburan, hehe).

Disini saya agak nyesek juga, uang lagi pas-pasan, tapi saya harus mengganti barang yang hilang. Saya sempat berfikir, apakah saya kurang sedekah? Atau apakah ada hak orang lain? Atau memang ini adalah ujian supaya saya belajar lapang dan ikhlas jika kehilangan.

Akhirnya saya ingat, saya memang berniat bersedekah, atau menyisihkan uang untuk diberikan kepada orang lain. Tapi saya menunda-nunda niat ini. Akhirnya melayang deh sejumlah uang yang sama dengan saya niatkan untuk diberikan. Supaya tidak terjadi kehilangan lagi, saya menyegerakan niat ini. Alhamdulillah bisa terlaksana.

Dari kejadian ini saya banyak-banyak beristighfar, supaya hati tidak panas, sesak dan ngenes karena sudah menghilangkan barang belanjaan ibu.. Saya pasrakan untuk mengikhlaskan yang hilang. Dan mudah-mudahan barang itu bermanfaat bagi siapa saja yang menemukannya. Disini saya menghibur diri sendiri semua milik Allah dan akan kembali kepada Allah.


Mungkin ini adalah peringatan dan teguran dari Allah. Allah masih menyayangi saya dengan mengingatkan melalui kejadian kehilangan ini. Semoga  Allah membersihkan rejeki yang saya nikmati selama ini. Seperti lirik lagu tadi, saya “harus belajar berlapang dada dan mengambil hikmahnya”. Supaya hati ini tentram dan lebih ikhlas menjalani hidup.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Alami Menyembuhkan Diare Pada Kucing

Teman-teman pecinta kucing pernah mengalami kucingnya sakit diare kah? Kucing saya pernah nih. Saya punya dua ekor kucing. Yang besar kucing lokal Indonesia, alias kucing kampung dan yang kecil kucing persia.  Yang besar bernama Phiu, adik angkatnya yang kecil bernama Pow .Nih fotonya nampang dibawah... ^_^.

Dulu pertama kali memelihara Phiu, dia sempat terkana diare. Tiga hari berturut-turut intensitas buang airnya sering dan kotorannya berupa cairan, tidak padat seperti kucing  sehat. Kemudian saya membeli obat ke petshop dan dokter hewan disana memberi obat racikan berupa kapsul. Dokter memberi obat buat jatah 3 hari, namun ternyata baru satu kali minum obat, si Phiu sudah sembuh. Phiu kucingnya memang tidak terlalu merepotkan, ketika diberi kapsul obat mencret langsung ditelan. Alhamdulillah sampai sekarang tidak pernah kena diare lagi. Sehat terus ya Phiu .... :*

Cara Alami Menyembuhkan Demam Pada Kucing dengan Madu

Jika kucing yang kita pelihara sakit, lebih baik kita membawanya ke dokter hewan. Karena Dokter Hewan adalah orang yang paling kompeten dan tahu bagaimana cara terbaik untuk menyembuhkan kucing yang sakit. Jika kita memiliki dana yang cukup untuk mengobati kucing, sebaiknya segera diperiksakan saja ke dokter hewan.
Namun jika dana kita terbatas (khususnya saya), saya akan mencoba alternatif lain terlebih dahulu yang memerlukan biaya lebih murah untuk mngobati kucing kesayangan saya. Karena disesuaikan juga dengan kondisi ekonomi saya saat ini.
Melalui tulisan ini saya ingin berbagi dengan teman-teman pecinta kucing ketika kucing saya mengalami sakit. Saya hanya menuliskan berdasarkan pengalaman saja. Saya pernah membawa kucing saya ke Dokter Hewan dan satu kali pemeriksaan ditambah pembelian obat-obatan saat itu menghabiskan uang diatas 200 ribu. Jika hanya setahun sekali atau dua kali, saya masih bisa lah menyisihkan uang untuk biaya perawatan kucing  jika terkena penyakit. Namun jika …

Sudah B2SA kah Makanan yang kita konsumsi?

Setiap individu pasti membutuhkan pangan yang berkualitas untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif. Konsumsi pangan yang berkualitas dapat diwujudkan apabila makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung zat gizi lengkap dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan, serta memperhatikan cita rasa , daya cerna, daya terima dan daya beli masyarakat. Pola konsumsi pangan sehat tersebut dikenal dengan istilah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman.
Implementasi konsumsi pangan yang memenuhi prinsip B2SA dalam keluarga dilakukan melalui pemilihan bahan pangan dan penyusunan menu. Kualitas konsumsi dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi. Pengetahuan akan pentingnya konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang